Pengembangan Sistem PLTB Dengan Penambahan PLTS Sebagai Pembangkit Hybrid Skala Mikro Di Desa Garassikang KAB Jeneponto
DOI:
https://doi.org/10.31963/sinergi.v24i2.6371Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Desa Garassikang, Kabupaten Jeneponto, yang tidak beroperasi secara optimal akibat ketidaksesuaian putaran (RPM) generator. Hal tersebut menyebabkan tegangan yang dihasilkan tidak mencukupi untuk pengisian baterai dan berdampak pada rendahnya efisiensi daya. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan keandalan sistem melalui penggabungan sistem hybrid dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta merancang sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan platform ThingSpeak. Metode penelitian yang digunakan meliputi modifikasi mekanis dengan penambahan sistem transmisi gearbox 1:3 pada poros turbin untuk meningkatkan putaran generator. Selain itu, digunakan mikrokontroler Arduino Uno dan NodeMCU ESP8366 serta sensor arus ACS712 dan sensor tegangan untuk memantau parameter kelistrikan secara real-time. Pengujian dilakukan dengan mencatat data setiap 20 detik yang kemudian dikirimkan ke cloud storage melalui jaringan internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan gearbox mampu meningkatkan tegangan keluaran generator dari 3,40 V menjadi 7,01 V pada kecepatan angin 6,65 m/s, meskipun masih memerlukan modul DC-DC Step Up untuk stabilisasi pengisian baterai pada kondisi angin rendah. Integrasi PLTS terbukti efektif menjaga kontinuitas pasokan energi dengan efisiensi tertinggi mencapai 21,67% pada saat intensitas radiasi matahari mencapai 874,1 W/m². Secara keseluruhan, sistem hybrid dan teknologi monitoring IoT ini memberikan kemudahan dalam pengelolaan data serta meningkatkan keandalan suplai energi listrik skala mikro di lokasi penelitian.Downloads
Published
2026-10-03
Issue
Section
Artikel

















