Perencanaan Tebal Perkerasan pada Jalan Tambang Menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017 dan Metode Steward et al. (1977) Indonesia

Main Article Content

Rivael Christovel Tumonggi
Fathur Rahman Rustam
Haerul Purnama
Retno Puspaningtyas
Armin Aryadi
Syajruddin Syajruddin

Abstract

Agregat lapis tanpa lapisan aspal menjadi salah satu opsi dalam konstruksi perkerasan jalan. berbiaya rendah yang cocok diterapkan pada jalan dengan lalu lintas rendah, seperti jalan tambang. Perkerasan ini menggunakan agregat bergradasi pada permukaan tanpa lapisan aspal, namun tetap mampu mendistribusikan beban lalu lintas dan tahan terhadap kondisi cuaca. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perhitungan tebal perkerasan jalan tambang dengan menggunakan Metode (MDP) 2017 dan Metode Steward et al. (1977). Data yang digunakan berupa data sekunder, yaitu volume lalu lintas dan nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah dasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan nilai CBR berpengaruh signifikan dalam mengurangi tebal perkerasan. Pada ruas Mine Entrance dengan CBR 2% dan 3%, metode MDP menghasilkan tebal 510 mm dan 420 mm, sedangkan metode Steward menghasilkan 380 mm dan 250 mm. Untuk ruas Jalan Masuk Tambang dan Jalan Produksi, metode MDP memberikan tebal yang lebih besar dibandingkan metode Steward. Perbedaan ini menunjukkan bahwa metode MDP cenderung lebih konservatif dalam perencanaan struktur perkerasan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam menentukan metode perencanaan perkerasan jalan tambang berdasarkan kondisi tanah dan kebutuhan operasional yang efisien dan berkelanjutan.

Article Details

Section
Articles