Penggunaan Bahan Bakar High Speed Diesel dan Marine Fuel Oil Terhadap Biaya Operasi PLTD

Nur Hamzah, Makmur Saini, Makbul Makbul

Sari


Pembangkit Listrik Tenaga Diesel merupakan salah satu yang dapat mengatasi permasalahan pada beban puncak karena dapat dioperasikan secara cepat dan mudah serta dapat mensuplai daya yang cukup besar, baik sebagai pensuplai utama daya maupun sebagai cadangan untuk mengatasi beban puncak pada daerah perkotaan sebagai pusat beban. Dengan adanya kenaikan harga bahan bakar, PT. PLN (Persero) UL-PLTD Tello Makassar berupaya mengurangi biaya pemakaian bahan bakar tanpa mengurangi produksi listrik. PT. PLN (Persero) menggunakan dua jenis bahan bakar yaitu High Speed Diesel ke Marine Fuel Oil. Penelitian ini berfokus pada efisiensi penggunaan bahan bakar High Speed Diesel dan Marine Fuel Oil  serta biaya penggunaan bahan bakar tersebut dalam pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel di PT. PLN (Persero) Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan Tello, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Nilai efisiensi thermal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel terbesar yang diperoleh yaitu pada tanggal 20 Januari 2018 sebesar 40,02 % dengan nilai SFC yaitu 0,262 l/kWh. Sedangkan nilai efisiensi thermal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel terkecil yaitu pada tanggal 25 Januari 2018 sebesar 38,62 % dengan nilai SFC yaitu 0,267 liter/kWh. Biaya total penggunaan bahan bakar PLTD terbesar yaitu pada tanggal 19 Januari 2018 sebesar Rp. 181.014.222,00 dengan penggunaan bahan bakar Marine Fuel Oil sebesar Rp. 167.815.245,00 dan biaya penggunaan bahan bakar High Speed Diesel sebesar Rp. 13.198.977,00.

Teks Lengkap:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.31963/sinergi.v18i1.2232

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Publisher by:

Jurusan Teknik Mesin
Politeknik Negeri Ujung Pandang
Jalan Perintis Kemerdekaan KM.10 Tamalanrea
Makassar 90245
E-mail: sinergi@poliupg.ac.id

SINERGI Indexed by :

g61g61g61g61g61g61g61g61

Member of :

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.