Analisis Kinerja Harian Pendingin Udara Non-Freon yang Memanfaatkan Energi Pencairan Es

Jamal Jamal

Sari


Indonesia sebagai sebuah negara tropis memiliki iklim dengan suhu cukup tinggi, sehingga kebutuhan mesin pendingin udara (AC) sangat tinggi. Tetapi timbul permasalahan akibat penggunaan mesin pendingin udara yaitu menggunakan energi yang besar, pencemaran lingkungan dari penggunaan freon yang dapat merusak ozon dan harga pengadaannya yang mahal. Dengan meningkatnya kebutuhan mesin pendingin udara maka perlu untuk melakukan analisis kinerja harian dari mesin pendingin udara non-freon yang memanfaatkan energi pencairan es, yang merupakan tujuan jangka pendek dari penelitian ini, sedangkan tujuan jangka panjang penelitian ini adalah mengatasi permasalahan global yaitu penggunaan energi yang sangat besar serta pemanasan global akibat penggunaan mesin pendingin ruangan yang tidak ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam penyelesaian masalah di atas adalah dengan melakukan uji pendingin udara alternatif yang tidak menggunakan freon sebagai fluida kerja tetapi menggunakan es sebagai sumber energi pendingin, uji kinerja dilakukan secara harian dari jam 09.00 wita sampai jam 15.00 wita. Untuk penghematan energi listrik maka penggunaan kompressor pada pendingin udara dalam penelitian ini digantikan dengan penggunaan pompa, sedangkan untuk mencegah pencemaran lingkungan maka penggunaan freon sebagai fluida kerja diganti dengan campuran air dan es. Hasil pengujian yang dilakukan adalah mesin pendingin udara yang mampu mendinginkan ruangan, tidak menggunakan freon sebagai fluida kerja hingga aman bagi lingkungan dan mesin pendingin udara yang memiliki biaya pengadaan dan pemeliharaan serta perbaikan yang lebih rendah dibandingkan AC berfreon tetapi memiliki biaya operasional yang lebih tinggi. Dari gambar 5 di atas terlihat hasil pengujian peralatan uji (AC tanpa freon) mampu menurunkan temperatur ruangan dimana hasil yang diperoleh lebih rendah dari kondisi pengujian temperatur ruangan tanpa menggunakan AC, walaupun masih terlihat bahwa pengujian temperatur ruangan menggunakan AC berfreon masih lebih baik dibandingkan pengujian temperatur ruangan dengan AC menggunakan es sebagai fluida kerja dengan kondisi tersebut terlihat bahwa peralatan uji (AC tanpa freon) memiliki kinerja yang baik tetapi masih lebih rendah dari kinerja AC berfreon.

Teks Lengkap:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.31963/sinergi.v9i1.1064

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Publisher by:

Jurusan Teknik Mesin
Politeknik Negeri Ujung Pandang
Jalan Perintis Kemerdekaan KM.10 Tamalanrea
Makassar 90245
E-mail: sinergi@poliupg.ac.id

SINERGI Indexed by :

g61g61g61g61g61g61g61g61

Member of :

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.